Breaking News

Senin, 04 September 2017

Ketika Finger Print Menyapa : Mana Sidik Jarimu Hari Ini ??





Kehadiranmu begitu kontroversial di kalangan dunia Pendidikan, para pemangku kebijakan bersikeras agar engkau berada di semua lembaga pendidikan di kota ini. Sementara banyak guru yang menentangnya dengan berbagai macam alasan yang ia kemukakan. Tapi apalah daya, palu sang pemangku kebijakan sudah di ketok dan harus dipatuhi. Dan tak sedikit pula para guru yang dengan segala keterbatasannya mengundurkan diri sebagai guru sertifikasi dengan beberapa pertimbangan. Tetapi ada pula guru yang secara sengaja mengundurkan diri karena sangat tidak setuju dengan kebijakan baru tersebut.

Selanjutnya, data di dalam mesin fingerprint ini akan menjadi tolok ukur pencairan Tunjangan Profesi Guru. Untuk mengoperasikan mesin fingerprint yang merupakan hal baru di dunia pendidikan khususnya madrasah, maka ditunjuklah di semua lembaga satu orang yang di sebut Operator finger print. Di sinilah lika-liku fingerprint itu dimulai. Setelah para guru mematuhi peraturan dan absen menggunakan fingerprint ketika masuk dan pulang madrasah, ternyata itu belum cukup karena setelah di rekap oleh sang operator fingerprint ada data absen yang tidak masuk data fingerprint. Bahkan ada yang datanya tidak masuk sama sekali. Alangkah sedihnya para guru yang mengalami persoalan demikian, karena akan berdampak terhadap tunjangan profesinya.

Berbagai persoalan yang belum terselesaikan, akhirnya diambil kebijakan masa ujicoba dua bulan boleh menggunakan presensi manual untuk melengkapi rekap data fingerprint yang masih error tersebut. Sedikit angin segar bagi guru yang masih mengalami kendala terkait absensinya menggunakan mesin fingerprint. Tetapi ada pula yang kecewa dengan kebijakan toleransi tersebut, dengan alasan kenapa harus ada fingerprint  kalau boleh manual??.. Namanya juga hal baru jadi perlu proses, tidak bisa instan karena keterbatasan server jaringan dll.

Jadi bersyukurlah yang sudah tidak lagi menemui kendala terkait absensi dengan mesin fingerprint, dan InsyaAllah yang masih terkendala akan selalu berusaha memperbaikinya. Semoga dengan diterapkannya absensi fingerprint di setiap lembaga pendidikan RA dan Madrasah mampu meningkatkan kedisiplinan para Pendidik. Meskipun awalnya mungkin berat, tapi seiring berjalannya waktu maka hal itu akan terbiasa. Dan para Pendidik lebih banyak waktu di madrasah dengan ketentuan hari yang telah di tentukan. 

Dengan adanya kebijakan absensi guru madrasah dengan menggunakan fingerprint ini kita semua berharap agar fingerprint tersebut bisa menjadi entry point yang penting bagi terwujudnya MADRASAH YANG LEBIH BAIK sehingga ke depannya masyarakat benar-benar bisa memilih dan menentukan pilihan LEBIH BAIK KE MADRASAH bagi pendidikan putra-putrinya.

Semoga ......








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed Template By Blogger Templates - Powered by BeGeEm