Saat berfikir tentang globalisasi; khususnya di bidang telekomunikasi, kembali saya teringat dengan masa kecilku dulu. Waktu itu, bilamana seseorang dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh, maka satu-satunya cara yang lazim serta dilakukan oleh banyak orang untuk bisa berkomunikasi adalah dengan cara saling berkirim surat melalui kantor pos. Waktu dibutuhkan untuk bisa sampai ke alamat yang dituju akan sangat ditentukan oleh jenis layanan yang dipilih berdasarkan jenis prangko yang digunakan; apakah prangko biasa ataukah kilat khusus. Sedangkan bagi mereka yang ingin menyampaikan kabar secara lebih cepat, maka digunakan telegram pos dengan tempo pengiriman relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan surat yang menggunakan perangko kilat khusus.
Sedangkan bagi sebagian orang yang ingin berkomunikasi dua arah secara langsung, maka alternatif yang ada saat itu adalah dengan menggunakan telepon rumahan yang disediakan oleh Telkom. Awalnya hanya orang-orang tertentu yang bisa memasang jaringan telepon di rumahnya. Hal ini dikarenakan akses telepon tersebut menggunakan jaringan kabel yang hanya dibangun di kota-kota tertentu. Lama-kelamaan jaringan kabel dibangun secara bertahap dan masyarakat umum juga bisa menikmatinya melalui layanan Telepon Umum yang disediakan di beberapa tempat strategis. Sejalan dengan perkembangan jaringan kabel yang dibangun oleh Telkom, semakin tumbuh dan berkembang pula Warung Telekomunikasi (atau lebih dikenal dengan istilah wartel).
Teknologi di bidang telekomunikasi bertambah maju sehingga lahirlah teknologi GSM (singkatan bahasa Inggris: Global System for Mobile Communications) dan CDMA serta CDMA (Code Division Multiple Access) yang telah mengembangkan sebuah sistem komunikasi nirkabel (wireless), sehingga akses telepon sudah tidak lagi bergantung kepada jaringan kabel serta bisa dengan leluasa dibawa ke mana-mana. Seiring dengan perkembangan zaman, sampailah teknologi baru ke daerah saya yang memudahkan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan lebih mudah. lebih familiernya di kenal dg sebutan HP (Hand Phone) yang bisa di bawa kemanapun sebagai alat komunikasi elektonik. Waktu itu tahun 2000 dan masih sangat terbatas yang bisa membeli HP di samping harganya yang belum terjangkau, juga cara merawatnya yang agak susah, masalahnya harus ngasih makan tiap bulan bro... seorang temen bos kapuk dari karaban yang kala itu satu-satunya orang yang punya HP bilang "nduwe HP iku koyok ngingoni bojo 2" padahal 1 istri saja dia belum punya. sebagian teman yang penasaran juga pingin lihat dan pingin ngerasain gimana sih rasanya pegang HP, tapi oleh yang punya tidak di bolehin, cuma boleh lihat doang.... padahal HPnya itu kl sekarang bisa dibilang expired lawong type Nokia 5110 yang segede batu bata. Hahaha...
Sedangkan bagi sebagian orang yang ingin berkomunikasi dua arah secara langsung, maka alternatif yang ada saat itu adalah dengan menggunakan telepon rumahan yang disediakan oleh Telkom. Awalnya hanya orang-orang tertentu yang bisa memasang jaringan telepon di rumahnya. Hal ini dikarenakan akses telepon tersebut menggunakan jaringan kabel yang hanya dibangun di kota-kota tertentu. Lama-kelamaan jaringan kabel dibangun secara bertahap dan masyarakat umum juga bisa menikmatinya melalui layanan Telepon Umum yang disediakan di beberapa tempat strategis. Sejalan dengan perkembangan jaringan kabel yang dibangun oleh Telkom, semakin tumbuh dan berkembang pula Warung Telekomunikasi (atau lebih dikenal dengan istilah wartel).
Teknologi di bidang telekomunikasi bertambah maju sehingga lahirlah teknologi GSM (singkatan bahasa Inggris: Global System for Mobile Communications) dan CDMA serta CDMA (Code Division Multiple Access) yang telah mengembangkan sebuah sistem komunikasi nirkabel (wireless), sehingga akses telepon sudah tidak lagi bergantung kepada jaringan kabel serta bisa dengan leluasa dibawa ke mana-mana. Seiring dengan perkembangan zaman, sampailah teknologi baru ke daerah saya yang memudahkan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan lebih mudah. lebih familiernya di kenal dg sebutan HP (Hand Phone) yang bisa di bawa kemanapun sebagai alat komunikasi elektonik. Waktu itu tahun 2000 dan masih sangat terbatas yang bisa membeli HP di samping harganya yang belum terjangkau, juga cara merawatnya yang agak susah, masalahnya harus ngasih makan tiap bulan bro... seorang temen bos kapuk dari karaban yang kala itu satu-satunya orang yang punya HP bilang "nduwe HP iku koyok ngingoni bojo 2" padahal 1 istri saja dia belum punya. sebagian teman yang penasaran juga pingin lihat dan pingin ngerasain gimana sih rasanya pegang HP, tapi oleh yang punya tidak di bolehin, cuma boleh lihat doang.... padahal HPnya itu kl sekarang bisa dibilang expired lawong type Nokia 5110 yang segede batu bata. Hahaha...
Tahun 2001 saya resmi punya HP sendiri meski baru bisa terbeli Nokia 3315 itupun dengan susah payah menabung, demi agar tidak ketinggalan zaman meski dengan fitur yang sangat minim sekali dengan tampilan layar yang hanya satu warna dan hanya bisa di gunakan untuk telepon dan SMS. yaa cukuplah untuk bisa digunakan kirim kabar sesama teman terlebih teman yang spesial hehee, tapiii yang paling menjengkelkan itu ketika nyapa seseorang via sms "hai... bla bla bla..." sudah panjang kali lebar juga ehhhh di jawab cuma dengan satu huruf "Y" wawww nggak sopan banget nih orang... ketika suatu saat bersua saya beranikan diri untuk bertanya kenapa sering banget jawab sms hanya dengan satu huruf Y? dia jawab ngirit pulsa, MasyaaAllah ternyata dia pemahamannya itu bayar sms per huruf.
HP melejit begitu cepat dikalangan masyarakat, tak cuma dirinya bahkan inovasi fitur dan aplikasinya juga tak kalah cepat, yang semula hanya bisa digunakan untuk sekedar telephone dan sms, fitur baru bisa di gunakan mendengarkan musik dan radio bahkan bisa digunakan untuk memotret mengabadikan moment terpenting dalam kehidupan kita. Muncullah HP baru lagi yang bernama Blackberry yang menyedikan fasilitas baru berupa sosial media BBM yang bisa menghubungkan kita dg seseorang tanpa menggunakan pulsa, tetapi menggunakan paket data ya bayar juga sih hehee... di lain type ada jg HP yang bs digunakan untuk terhubung di sosial media dengan internet, yang umum digunakan ada Facebook atau mig33.
Bahkan di zaman sekarang banyak sekali HP yang menyediakan fasilitas sosial media banyak sekali, ada FB, LINE, BBM, WA, Telegram, Imo, dan lain sebagainya. Selain itu HP juga bisa digunakan untuk mengirim Data juga lho, kalau dulu kita hanya bisa berbagi atau mengirim data manual menggunakan DVD atau Flashdisk, maka sekarang HP sangat memudahkan kita khususnya di bidang Pendidikan terutama dalam hal Informasi dan Publikasi. semuamuanya bisa dilakukan hanya dengan menggunakan HP.
Ehh satu lagi HP juga bisa digunakan sebagai alat bayar yang praktis, tanpa keluar rumah kita bisa melakukan pembayaran apapun.
Sebagaimana ALLAH menciptakan makhlukNYA selalu berpasangan,, selain mengandung unsur positif dr HP yang bisa memudahkan manusia dalam mengakses semua hal, tentu ada segi negatifnya juga yaa.... diantara nya dalam kehangatan dan keharmonisan hubungan antara keluarga, teman, saudara dan masyarakat. Dan itu nampak jelas sekali yang dekat serasa jauh dan yang jauh menjadi dekat. seorang ibu yang lebih perhatian sama HP dibanding dengan anak-anaknya, sampai suatu hari seorang anak tanya kepada sang ayah "HPnya ibu itu ada apanya ya yah?" seorang anak yang di tanya oleh gurunya tentang cita-citanya, tapi si anak menjawab bercita-cita ingin menjadi HP. Seorang tetangga yang tidak pernah bertemu satu sama lain karena merasa cukup hanya berdiam di rumah bisa mengakses semuanya, bahkan sampai ada tetangga yang terkena musibah tetapi tidak mengetahuinya meski rumahnya berdampingan. Dan yang saya alami ketika Mengawasi Ujian dengan Guru dari sekolah lain yang tentu belum saya kenal. Tetapi kami hanya bersalaman dan duduk mengawasi, setelah itu sibuk dengan gadget masing-masing, tanpa komunikasi apapun dengan teman pengawas tadi. Akhirnya sampai hari terakhir kami pun tidak pernah kenalan satu sama lain. sangat prihatin dengan keadaan ini, beda sekali dengan jaman dulu ketika HP masih berfungsi standart hanya bisa telephone dan sms setiap ngawasi kami saling ngobrol kenalan dan bertukar nomor HP.
